'
Sekapur Sirih :
Selamat Datang di Web Catatan Adnyana,perkaya pengetahuan Anda dengan membaca Catatan Adnyana.Terimakasih
Recommend on Google
Tampilkan postingan dengan label Baiknya Kita Tahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baiknya Kita Tahu. Tampilkan semua postingan

Bahaya pakai aplikasi tebak umur di foto, how-old.net, hati-hati!

Microsoft berhak untuk menggunakan foto yang kamu unggah dan mempublikasikannya dalam promosi apapun yang dilakukan oleh Microsoft. Wah!
Brilio.net - Akhir-akhir ini banyak orang yang heboh mencoba situs How-Old besutan Microsoft. Katanya sih bisa mendeteksi umur kamu dari foto yang kamu unggah ke dalam situs tersebut. Ada yang senang karena umur yang ditebak sama atau lebih muda dari usia yang sebenarnya, tapi ada juga sih yang bete gara-gara umur yang ditebak bahkan berpuluh-puluh tahun lebih tua. Ya kan?

Aplikasi itu memang menghibur, bahkan ada yang sampai ketagihan untuk mengupload banyak foto ke dalam situs ini untuk kemudian di-share kembali ke media sosial mereka. Lumayan, bisa buat sombong-sombongan atau menjahili teman yang kebetulan berada di foto yang sama.

Tapi kayaknya, mending kamu pikir-pikir ulang atau bahkan berhenti sama sekali mengunggah foto-foto di How-old.net ini deh. Kok gitu? Karena dalam aturan mainnya, tertulis bahwa pihak Microsoft berhak untuk menggunakan foto yang kamu unggah dan mempublikasikannya dalam promosi apapun yang dilakukan oleh Microsoft. Wah!
Dengan adanya ketentuan ini, itu berarti pihak Microsoft berhak untuk mendistribusikan, menyalin melakukan repoduksi bahkan mengedit foto yang kamu kirim melalui situs How-old.net itu.

Dikutip brilio.net dari laman CBC, Selasa (12/5), hal ini merupakan ancaman khususnya di bidang privasi. Dan karena hal ini pula, kamu nggak berhak menuntut apapun kepada pihak Microsoft atas penggunaan fotomu di berbagai hal yang mereka lakukan dengan fotomu.

Untuk itu, disarankan untuk membaca dengan cermat syarat dan ketentuan terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan suatu produk. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan ke depannya. Kalau sudah begini, masih mau nebak umur kamu lagi?

Kini pengguna BBM untuk Android bisa ganti PIN dengan angka favorit


Kini pengguna BBM untuk Android bisa ganti PIN dengan angka favorit
PIN BBM. Kuwaitiful.com

Merdeka.com - BlackBerry akhirnya menghadirkan fitur terbaru yang bisa membuat pengguna mengganti PIN BBM dengan kombinasi angka favorit mereka.
Fitur ini sendiri dihadirkan bersamaan dengan update terbaru yang hadir untuk menyambut jumlah unduhan ke-100 juta kali di Google Play Store, seperti dilansir PhoneArena (4/3).
Update BBM untuk Android versi 2.7 membuat pengguna bisa mengubah 6-8 kode numerik PIN BBM mereka. Namun patut diketahui jika fitur ini masuk dalam kategori premium hingga pengguna harus membayar USD 1,99 atau sekitar Rp 25 ribu untuk mendapatkannya. Selain bisa mengganti PIN, pengguna nantinya juga bakal terbebas dari iklan yang muncul dalam di newsfeed maupun yang berbentuk undangan pertemanan baru.
Fitur ini memang sangat berguna bagi pengguna, namun disayangkan pihak BlackBerry melihatnya sebagai langkah lain meraup uang dari pengguna di samping meluncurkan stiker berbayar untuk aplikasi messengernya tersebut.
Dalam update BBM untuk Android versi 2.7 ini BlackBerry juga memperbaiki fitur Blackberry Channels dan menghadirkan fitur berbagi foto melalui group chat. Aplikasi BBM untuk Android versi 2.7 ini sendiri sudah bisa Anda unduh langsung dari Google Play Store sekarang juga.

ARTI LAMBANG RESIMEN MAHASISWA UGRACENA BALI

Lambang Ugracena Bali

A. Bentuk :
Berbentuk Perisai : Alat untuk melindungi diri dari serangan-serangan senjata lawan. Mengapa badge Ugracena juntru berbentuk perisai, karena tugas utama dari anggota MENWA Ugracena adalah melindungi Negara dan Bangsanya. Bahkan “device” dari MENWA Ugracena Bali sebagaimana tertulis di badge yang kita pakai berbunyi “ Ugracena “ yang artinya : Prajurit yang Gagah.

B. Nama :
Ugracena = Sanskerta
Terdiri dari kata : “ Ugra “ = Gagah dan “ Cena “ = Prajurit
Menurut sejarah kebudayaan Indonesia, maka Ugracena artinya : Prajurit yang Gagah.


C. Tata Warna :
Putih : Kesucian, sifat yang merupakan dasar utama dari segala gerak tindak baik Jasmaniah maupun Rohaniah.
Hitam : Keabadian/Kekal. Bahwa segala sesuatu yang bersumber dari kebenaran pasti abadi/kekal
Biru : Profesionalisme, pemikiran yang serius, integritas, ketulusan dan ketenangan. 
 
D. Lukisan :
Cakra : Lambang kuno dari matahati, atau Cakra, yang artinya
- Senjata Pusaka
- Senjata Stiti (Juru Selamat) dunia
- Senjata bathin yang tersembunyi didalam hati yang suci setelah ia dapat melenyapkan nafsu angkara murka
- Disebut pula “Soedharsana” yang artinya Pandangan yang baik. Dengan “baik” ini dimaksudkan “Dharma” (kebenaran) karena tidak ada sesuatu yang lebih menarik daripada kebenaran.
Buku : Ilmu Pendidikan
Keris : Senjata Pusaka.



Info dari : Gubernur Bali Prof. DR. Ida Bagus Mantra
Disalin oleh : Sjafruddin Mayang ( Ass. Ops. Kas Menwa 1985 – 1988 )
Dikutip dari: http://suarmaja.blogspot.com

Resimen mahasiswa (Menwa)

Resimen Mahasiswa (disingkat menwa) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Markas komando Menwa bertempat diperguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan dasar militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.
Anggota menwa (wira) di setiap perguruan tinggi atau kampus membentuk satuan-satuan yang merupakan salah satu bagian organisasi mahasiswa / mahasiswi di unit kegiatan mahasiswa (UKM). Menwa diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain dan berada langsung dibawah rektorat.

Lambang Resimen Mahasiswa

Lambang Sembilan Unsur Resimen Mahasiswa Indonesia

Komponen lambang Garuda
  • Bintang di kanan atas dihadapan burung garuda dengan sayap kanan 6 (enam) dan kiri 7 (tujuh), leher 59 dan ekor enam dengan warna kuning emas dan melirik ke sebelah kanan.
  • Di tengah-tengah di depan burung garuda terdapat simbul silang senjata pena dalam genggaman burung garuda dengan warna putih.
  • Pita yang melandasi dengan warna putih dengan tulisan di tengah warna merah “ Widya Castrena Dharma Siddha”.
  • Perisai yang menjadi alas warna hitam.
Makna
  • Bintang di kanan berarti cita-cita yang luhur, baik dan benar.
  • Bulu sayap berjumlah 13, ekor 6 dan leher 59 (13 Juni 1959 = tahun kelahiran resimen mahawarman).
  • Perisai berarti sebagai komponen pertahanan Negara.
Komponen Lambang Sembilan Unsur
  • Perisai Segilima menggambarkan keteguhan sikap
  • Padi dan Kapas menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
  • Bintang, Sayap Burung, Jangkar dan Lambang Polri menandakan bahwa Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri
  • Pena dan Senjata melambangkan pengabdiannya, wira melakukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.
  • Buku Tulis menyatakan bahwa tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, selain melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.
Warna Kebanggaan
Resimen Mahasiswa Indonesia menggunakan baret ungu. Dalam aplikasinya di lingkungan Menwa, warna ini mempunyai arti :

  • Mulia
  • Berpengetahuan
  • Terpelajar

Panca Dharma Satya
Panca Dharma Satya adalah janji Resimen Mahasiswa Indonesia :

  1. Kami adalah mahasiswa warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.
  3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
  4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
  5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Semboyan 

Semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah "Widya Çastrena Dharma Siddha", berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan". Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat.
Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis.




Sejarah Resimen Mahasiswa

Tanggal 13 Juni - 14 September 1959 diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat. Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan NKRI bersama TNI guna mencegah semua ancaman dan siap melakukan pertempuran dengan menggunakan senjata. Mahasiswa-mahasiswa walawa (WAJIB LATIH) dididik di Kodam VI/ Siliwangidan para walawa diberi hak mengenakan lambang Siliwangi. Walawa dipersiapkan sebagai perwira cadangan untuk mendukung TNI bila terjadi keaadaan genting pada NKRI.

Pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Komando Pimpinan Besar Revolusi Presiden RI Bung Karno mencetuskan Trikora. Seluruh rakyat menyambut komando ini dengan gegap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat; termasuk juga mahasiswa wajib latih (Walawa).

Isi Trikora:
Panjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat
Gagalkan Negara Boneka Papua
Adakan Mobilisasi Umum

Sejak Trikora bergema maka kewaspadaan nasional makin diperkuat, makin memuncak sehingga timbul rencana pendidikan perwira cadangan di Perguruan Tinggi.

Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka oleh pihak Universitas pada 20 Januari 1962 dibentuk suatu badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI/ Siliwangi, beranggotakan :
Prof. drg. R. G. Surya Sumantri ( Rektor Unpad) selaku Koordinator
Dr. Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku Wakil Koordinator I
Drs. Kusdarminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II
Major. Moch. Sunarman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.

Pada Februari 1962 diadakan Refreshing Course selama sepuluh minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati. Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa Angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari Kodam VI/SLW.

Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester 2 tahun ajaran 1962-1963. termasuk pembentukan kader inti putri. Mahasiswa/i Jabar (Bandung khususnya) mengikuti Latihan di Bihbul, tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI. (Sekarang Secaba Dam III/ Slw, Bihbul). Satuan-satuan inti dari Yon mahasiswa dari beberapa universitas dan akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih-pelatih dari RINSIL. 12 Juni 1964 keluarlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen Pertahanan dan Keamanan DR. A.H. Nasution Jenderal TNI yang mengesahkan Duaja Resimen Mahawarman. Penyerahan Duaja dilakukan oleh Menko sendiri. Garuda Mahawarman resmi berdiri berdampingan dengan Harimau Siliwangi.



Nama Skomen (Menwa di Tingkat Provinsi) di Republik Indonesia
  • Resimen Mahasiswa Darussalam (Men Mahadasa)Prov. Aceh
  • Resimen Mahasiswa Sumatera Utara (Men Mahatara) Prov. Sumatera Utara
  • Resimen Mahasiswa Pagaruyung (Men Maharuyung) Prov. Sumatera Barat
  • Resimen Mahasiswa Indra Pahlawan Prov. Riau
  • Resimen Mahasiswa Bahari (Men Mahabahari)Prov.Riau Kepulauan
  • Resimen Mahasiswa Dwi Yudha (Men Mahadwiyudha)Prov.[Bengkulu]]
  • Resimen Mahasiswa Sultan Taha Prov. Jambi
  • Resimen Mahasiswa Sriwijya (Men Mahawijaya) Prov. Sumatera Selatan
  • Resimen Mahasiswa Raden Intan (Men Maharatan) Prov. Lampung
  • Resimen Mahasiswa Jayakarta (Men Jayakarta) DKI Jakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahawarman (Men Mahawarman) Prov. Jawa Barat
  • Resimen Mahasiswa Banten (Men Mahabanten) Prov. Banten
  • Resimen Mahasiswa Mahadipa (Men Mahadipa) Prov. Jawa Tengah
  • Resimen Mahasiswa Yogyakarta (Men Mahakarta) Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahasurya (Men Mahasurya)Prov. Jawa Timur
  • Resimen Mahasiswa Ugracena (Men Ugracena) Prov. Bali
  • Resimen Mahasiswa Tanjungpura (Men Mahapura) Prov. Kaliomantan Barat
  • Resimen Mahasiswa Palangkaraya (Men Maharaya) Prov. Kalimantan Tengah
  • Resimen Mahasiswa Suryanata (Men Mahanata) Prov. Kalimantan Selatan
  • Resimen Mahasiswa Mulawarman (Men Mulawarman) Prov. Kalimanan Timur
  • Resimen Mahasiswa Sam Ratulangi (Men Mahasamra) Prov. Sulawesi Utara dan Prov.Gorontalo
  • Resimen Mahasiswa Pawana Çakti (Men Mahapati) Prov. Sulawesi Tengah
  • Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi (Men Wolter Monginsidi) Prov. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
  • Resimen Mahasiswa Halu Oleo (Men Mahaleo)Prov. Sulawesi Tenggara
  • Resimen Mahasiswa Maluku (Men Mahamaku)Prov.Maluku dan Maluku Utara
  • Resimen Mahasiswa Cendrawasih (Men MahaCandra)Prov. Papua
  • Resimen Mahasiswa Wira Dharma (Men MahaDharma, eks Prov. Timor Timur, sampai 10 Oktober 2004 belum dibubarkan)
  • Resimen Mahasiswa Nusa Cendana (Men Mahadana) Prov. Nusa Tenggara Timur
  • Resimen Mahasiswa Rinjani (Men Mahajani) Prov. Nusa Tenggara Barat
  • Resimen Mahasiswa Rimba Raya Prov. Gorontalo
Sumber artikel: http://id.wikipedia.org/wiki/Resimen_mahasiswa

19 Tips sederhana hindari pemerkosaan


Kasus perkosaan maupun pelecehan seksual terhadap kaum wanita beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan seiring maraknya peredaran film ataupun video berbau porno baik lewat internet maupun media lainnya. Lihat saja mulai dari kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Busway Trans Jakarta hingga beberapa kasus perkosaan yang terjadi di dalam angkot. Bahkan pada beberapa kasus perkosaan pelaku tega menghabisi nyawa korbannya yang sudah tak kuasa melawan aksi bejatnya. Beberapa tempat yang selama ini menjadi sasaran empuk para pelaku antaralain terminal, halte, dalam angkot, dan tempat-tempat yang relative dalam kondisi sepi lainnya.

10 Hal yang Perlu Diketahui Remaja Tentang Ganja

1. Memakai ganja adalah perbuatan melanggar hukum. Kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan jika pernah dihukum.

2. Ganja bebahaya. Menghisap ganja meningkatkan resiko kanker dan kerusakan paru-paru. Juga menyebabkan panik, cemas, dan & acirc;
3. Ganja mengurangi kemampuan melakukan aktivitas. Yang membutuhkan koordinasi dan konsentrasi, seperti olah gara, menari, latihan drama, dan belajar.

4. Memakai ganja mengurangi penilaian orang lain terhadap dirimu. Coba pikir jika kamu berpakaian rapi lalu ada ganja di tanganmu, apa yang kamu lakukan?

5. Ganja membatasi dirimu. Ganja mengganggu sekolahmu, hubunganmu dengan keluarga dan kehidupan sosial.

6. Ganja mengganggu cara berfikir dan menilai sesuatu. Hal ini sangat mengundang resiko, seperti kecelakaan, dan kekerasan.

7. Menghisap ganja tidak menjadikanmu keren (cool). Justru sebaliknya, penampilanmu lusuh.

8. Ganja menyebabkan ketergantungan. Kamu merasa selalu membutuhkan ganja, dan sulit melepaskan diri darinya.

9. Menghisap ganja bukan menyelesaikan masalah. Ganja tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan masalah akan lebih berat, karena kamu tidak berusaha mencari penyelesaiannya. Bicarakan masalahmu dengan orang lain yang kamu percayai. Jangan percaya kepada orang yang berkata, bahwa ganja tidak berbahaya atau akan menjadikan hidupmu lebih baik.

10. Tidak semua orang memakai ganja. Kamu tidak membutuhkannya. Jika kamu pikir, semua orang memakai ganja, kamu keliru di Amerika Serikat lebih dari 80% remaja 12-17 tahun belum pernah memakai ganja. Ganja tidak menjadikanmu bahagia, popular atau dewasa
sumber artilkel: BNN

Tips Cara Menghindari Narkoba


1. Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis.
2. Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi.
3. Jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli.
4. Pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya.
5. Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.
6. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga.
7. Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani.
8. Berusahalah "saling mendengar", saling mengingatkan dan saling memaafkan agar semakin mendewasakan pribadi masing-masing.
9. Buatlah keluarga, rumah tangga, menjadi tempat yang paling menyenangkan, paling menenangkan sehingga membuat "betah" tinggal bersama "sahabat".
10. Selalu ingatkan, bahwa ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan.
11. Ingatkan bahwa Narkoba akan merusak kerja otak, susunan syaraf pusat, merusak ginjal, lever dan sebagainya.
Lebih baik mencegah putra-putri kita terkena pengaruh Narkoba daripada kita harus mengobatinya. Karena untuk proses pengobatan dan penyembuhan tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
sumber artilkel: BNN
 

Banner Iklan

Banner Iklan Anda

Banner Iklan Anda
Copyright © 2011. Catatan Adnyana - All Rights Reserved
Published by Adnyana.com
Proudly powered by Blogger